Jumat, 20 November 2009

Resensi Film - Wrong Turn 2: Dead End


Wrong Turn 2: Dead End, sekuel dari Wrong Turn, berkisah tentang 6 orang peserta reality show “The Ultimate Survivalist: The Apocalypse” yang diproduseri oleh Dale Murhy (diperankan oleh Henry Rollins), pensiunan komandan militer. Keenam orang tersebut harus bertahan hidup selama 6 hari di sebuah wilayah terpencil di West Virginia yang disimulasikan sebagai wilayah wasteland dan orang yang terakhir bertahan akan memenangkan uang hadiah sebesar $100,000. Tidak ada yang menyadari bahwa daerah tersebut dihuni oleh sekelompok atau sebuah keluarga kanibal yang akan melakukan apa saja untuk mengenyangkan perutnya.


Resensi

Sebagai sebuah sekuel, yang menghubungkan antara film ini dengan pendahulunya hanyalah keluarga kanibal tersebut. Jika dalam Wrong Turn para tokoh utama benar-benar mengambil belokan yang salah (wrong turn) di jalan, dalam Wrong Turn 2 tidak ada yang mengalaminya, sehingga terkesan dipaksakan.

Penokohan karakter juga tidak begitu kuat. Meskipun semua kontestan memiliki alasan masing-masing untuk mengikuti kontes, tetap saja tidak begitu terasa. Segi positifnya, masing-masing memiliki porsi yang hampir seimbang sehingga hingga pertengahan cerita mungkin kita belum bisa menebak siapa sebenarnya yang berperan menjadi tokoh utama.

Satu unforgetable moment adalah ketika keluarga kanibal *berdoa* terlebih dahulu sebelum makan. Jadi merenung, karena saya yang bukan kanibal gak pernah berdoa sebelum makan…

Overall, entah kenapa saya belum menemukan film-film sejenis ini (yang ada adegan potong-memotong tubuh manusia) yang cukup bagus untuk disimak selain Saw. Hampir semua film tersebut, misalnya Turista dan The Hills Have Eyes, tidak memiliki elemen cerita yang kuat dan hanya sekedar menonjolkan kesadisan cerita saja. Tidak terkecuali Wrong Turn 2.

Antivirus Tes

Tes pada tengah tahun 2009 ini diramaikan dengan bergabungnya beberapa vendor antivirus baru yaitu : Sunbelt, Micro World, Tall Emu dan Sophos. Juga ada tambahan 5 produk lagi, tetapi masih melakukan test secara internal.

PCSL Total Protection Test bertujuan mengetes secara komprehensif kemampuan pertahanan Antivirus dari berbagai virus, worm, trojan dan malware security lainnya. Test mencakup tiga bagian : Static Test, Dymanic Test dan False Positive Test (test kesalahan deteksi).

Secara Keseluruhan, ada 23 produk berbeda yang ikut dalam test. Semua produk di update terakhir tanggal 22 Juli 2009. Malware yang digunakan berjumlah 3132 dan juga sejumlah file aman (bersih) yang cukup banyak untuk mengetest kesalahan deteksi (false positive).

Berikut Hasil total score, dengan mempertimbangkan nilai kesalahan deteksi ( False Positive).

No

Nama Produk

Total Deteksi

Kesalahan (FP)

Total Score

1

Kaspersky Internet Security 2010

3119

0

99.58

2

IKARUS virus utilities T3

3127

1

99.54

3

Online-Armor ++

3132

2

99.52

4

a-squared Anti-Malware 4.5

3131

2

99.49

5

Panda Internet Security 2010

3130

2

99.46

6

Avira Premium Security Suite 9

3129

3

99.30

7

G DATA Internet Security 2010

3121

3

99.05

8

Jiangmin Antivirus KV2009

3111

2

98.85

9

Sophos Anti-Virus

3110

7

98.39

10

TrustPort PC Security 2009

3120

19

98.32

11

Twister Anti-TrojanVirus

3082

1

98.10

12

BitDefender Total Security 2009

3084

3

97.87

13

F-Secure Internet Security 2009

3063

0

97.80

14

Quick Heal Total Security 2009

3057

1

97.30

15

Trend Micro Internet Security 2009

3075

8

97.23

16

eScan Internet Security Suite

3023

3

95.92

17

VIPRE Antivirus+Antispyware

3008

6

95.20

18

VBA32 Antivirus

2986

7

94.44

19

ArcaVir 2009 Internet Security

2942

7

93.03

20

Kingsoft Internet Security 2009

2821

0

90.07

21

Dr.Web® Security Space

2784

3

88.29

22

Spy Emergency 2009

1690

1

53.66

23

Simple Antivirus v2.1

1695

5

53.34


Berdasarkan tabel diatas, saya bisa memberikan opini tentang antivirus yang kinerjanya memuaskan. Jika menelusuri antivirus yang paling sering dipakai oleh masyarakat Indonesia adalah : Avira, Kaspersky, Norton, Avast, dan AVG.


Namun jika dilihat dari hasil tes berdasarkan tingkat kemampuan deteksi paling tinggi, maka yang unggul adalah Avira antivirus. Antivirus ini mempunyai kemampuan mendeteksi malware yang lebih baik dibandingkan rival-rivalnya. Terlebih lagi, Avira antivirus tersedia dalam edisi gratis (freeware) yaitu Avira Personal yang bisa di download dari situs resminya (www.Avira.com).


Sedangkan untuk tingkat kesalahan deteksi terbaik adalah Kaspersky antivirus. Kelihaiannya dalam menangkap ”mangsa” sudah tidak perlu diragukan lagi. Dia mampu untuk menangkap malware dengan ketepatan 100%. Sayangnya antivirus ini tidak tersedia dalam versi gratis, sehingga orang yang tidak mau mengeluarkan uang lebih untuk jasa antivirus ini, biasanya akan membeli software bajakan.


Akan tetapi, perkembangan virus di dalam negeri pun juga harus diwaspadai. Apalagi jika virus buatan anak bangsa ini mampu mendunia. PCMAV, Smadav, Ansav adalah pilhan yang cukup bagus untuk mengantisipasinya.


Lalu, antivirus mana yang harus dipakai? Jika anda benar-benar memperhatikan masalah keamanan komputer anda, ada baiknya anda pasang dua antivirus sekaligus yaitu antivirus luar negeri satu dan antivirus dalam negeri satu. Sehingga anda akan medapatkan tingkat proteksi yang cukup tinggi.

Rabu, 11 November 2009

Resensi Buku


Penerbit: Andi Yogyakarta
Tahun Terbit : 2007 ISBN : 978-979-29-0218-1
Jumlah Halaman:320 Halaman
Dimensi: 16x23 cm
Deskripsi:
Bagi Anda yang ingin menambah pengetahuan tentang seluk-beluk komputer dan lebih jauh lagi bisa merakit atau sekedar mengotak-atik komputer,maka buku Mengenal Hardware-Software & Pengelolaan Instalasi Komputer, terbitan Andi ,Yogyakarta ini layak untuk dijadikan pedoman atau panduan yang sangat bagus. Dalam buku ini dibahas antara lain pada bab I membahas secara mendalam mengenai sejarah Teknologi Informasi dan Komputer, disini dijelaskan sejak jaman prasejarah yaitu sekitar sebelum 3000 SM,kemudian masa Sejarah yaitu berkisar tahun 3000 SM a/d 1400-an Masehi,dan Masa Modern sekitar tahun 1400-an Masei s/d sekarang.
Dalam sejarah awalnya komputer, Komputer Elektronik dan lahirnya Komputer PC,kemudian dibahas mengenai sytem komputer yang terdiri dari Perangkat Keras,perangkat Lunak dan Sumber daya manusia sebagai pengguna komputer itu sendiri. Pada bab II dibahas mengenai Hardware komputer yang terdiri dari Casing, & Power supply,kemudian bab III dijelaskan secara mendetail beserta gambar-gambar komponen moherboard. Bab IV kusus membahas Prosesor, disini dibahas mengenai kecepatan prosesor vs kecepatan motherboard. Kemudian mengenal lebih jauh mengenai prosesor Desktop dan server. Bab V membahas memori baik SRAM dan DRAM dan floppy disk,Optical Disk,Hardisk dan Extention Memory.Pada Bab VI mengenai Video graphic Adapter yaitu VGA,AGP dan PCI Exspress. Bab VII kusus Sound Adapter,Bab VIII mengenai monitor dilanjutkan Instalasi PC dan pinsip kerja komputer.
Bagi pemula dan umum sangat berguna sekali untuk bisa menguasai seluk-beluk komputer, sehingga bila pada saat penggunaan dalam sehari-hari menemui masalah yang sifatnya ringan bisa diperbaiki sendiri dan bahkan nantinya asal ada kemauan dan mau berpraktek akan bisa merakit komputer sendiri. Selain buku, disertai juga CD panduan merakit komputer dari persiapan casing,pemasangan motherboar,Floppy disk,hardisk dan kabel-kabel powernya sampai dengan instalasi pogram windowsnya, pokoknya lengkap dan praktis. Dan tujuan buku ini sendiri memang untuk melahirkan praktisi-praktisi komputer sehingga bisa menggunakan komputer,merawat dan merakit komputer.

Senin, 02 November 2009

Nasib Seorang Overcloker

Yakin loe?, kira-kira itulah ucapan yang terdengar dari mulut ku setelah mendengar niat Joe untuk mengoverclock komputer di rumahnya. Iye, gw dah yakin, makanya sekarang gw minta lo anterin gw beli water cooling biar komputer gw gag kpanasan, tandas Joe. Karena ku pikir Joe sudah siap jasmani dan rohani serta siap menanggung segala akibatnya dari mengoverclock komputernya, langsung saja ku ambil sepeda motor yang terparkir di garasi rumah. Kemudian berangkatlah kami ke toko alat komputer di daerah Mangga Dua.

Bujug!! panas amat sih ni hari, keluh Joe. Langsung saja ku jawab, lha, elo ndiri gila, ngajak gw brangkat tengah hari bolong bgini. Akhirnya dengan bersusah payah, kami pun tiba di toko tersebut. Tanpa berpanjang lebar langsung saja Joe memesan sebuah perangkat water cooling yang berguna untuk mendinginkan prosesor komputer. Setelah mendapat barang pesannya, dia pun menyelesaikan masalah administrasi dengan penjaga tokonya. Semua urusan dah beres, pikir Joe, langsung saja sosoknya berdiri dihadapan ku yang lagi istirahat sambil menghirup udara segar, maklum udara di Jakarta apalagi di jalan raya sudah tercemar berat. Balik nyok? ajak Joe. Mataku langsung meloto ke arahnya, haha!! gila lo, baru aja nyampe udah mo balik ajah. Klo bgini mah lamaan di jalan dari pada di toko, tandas ku. Akhirnya setelah beristirahat sejenak kami pun kembali pulang. Sepanjang jalan pulang, sesekali aku melirik ke arah Joe lewat kaca spion. Et dah, sumringah amat tuh muka…mentang-mentang udah dapet barang baru, gumam ku.

Sesampainya di rumah Joe, ku langsung rebahkan badan di atas sofa empuk berlapiskan kain lembut yang berwarna cerah. Tanpa menunda waktu si Joe langsung menjalankan niatnya, ya begitulah orang kalo udah kelewat nafsu. Disiapkannya segala peralatan yang dibutuhkan seperti obeng, pisau, kuas, serta kunci pas. Bantuin gw kek, daripada lo gelepakan gag jelas bgitu, kata Joe. Yaudah-yaudah sini gw bantuin, jawabku.

Tanpa menunggu komando lagi, aku langsung membuka casing CPUnya dan sekaligus membersihkan debu-debu yang menempel di dalamnya. Sedangkan Joe sibuk membuka kemasan water cooling yang baru dibelinya tadi sambil membaca instruksi pemasangan pending tersebut. Setelah semua perangkat siap, Joe pun langsung melakukan operasi terhadap komputernya. Dia merakit pendingin tersebut mulai dari pemasangan radiator, tempat pemanpungan air, pompa, water blok dan selang yang menghubungkan semua piranti keras tersebut. Begitu selesai merakitnya, tanpa pikir panjang Joe langsung meletakan perangkat pendinginnya di tempat semestinya.

Setelah semua terpasang, Joe pun kemudian menghubungkan semua kabel komputernya. Jangan buru-buru, udah lo cek lagi belom semua selangnya? Tanya ku. Udah kok, jawab Joe dengan yakin seraya menekan tombol power komputernya. Dia pun menunggu komputernya untuk siap melakukan overclocking.

Namun setelah dua menit komputernya menyala, tiba-tiba komputernya mati tanpa ia perintah. Apa yang terjadi?? pikir ku. Tak lama kemudian tercium bau menyengat yang menusuk hidung kami. Setelah mencabut semua kabel yang terpasang, Joe langsung membuka casing CPUnya. Ternyata selang pendingin yang ke arah prosesor kurang kencang pemasangannya, sehingga air pendingin keluar dan menetes di kartu grafisnya. Waduh!! VGA gw konslet!! teriak Joe. Tuh kan, harusnya lo cek dulu tadi pas belom dinyalain ujar ku. Joe pun tertunduk lemas dan berteriak, Aaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrggghhhhhhhh

ShoutMix chat widget
/>